Skip to main content

Melawan Srigala Kapitalis

Melawan Srigala Kapitalis
Ditulis Oleh: Denny Siregar. Sumber: Dennysiregar.com. 
Entah sudah berapa puluh tahun negara kita terjerat sistem kapitalisme.

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dikendalikan oleh swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan. Dalam sistem kapitalisme, mereka yang kuat adalah pemenang. Kuat yang dimaksud disini adalah dalam sisi modal. Begitulah kapitalisme menjadi hukum rimba dalam sistem ekonomi, yang kuat menginjak yang lemah.

Dimana fungsi negara dalam sistem ini ? Negara akhirnya menjadi seperti "suami yang takut istri". Mereka berharap banyak dari pemasukan - biasanya melalui pajak2 - dari perusahaan2 ini. Burungnya loyo, ketika perusahaan2 itu berkembang kuat dan mendominasi. Kalaupun perusahaannya melanggar, sempritannya sangat lemah. Prit.. Jadi mirip suara Crit...

Ini pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintahan Jokowi. Swasta sudah kadung terlalu kuat karena berbagai fasilitas yg mereka dapatkan melalui suap dan KKN selama puluhan tahun.

Tapi sebenarnya kita sudah melihat betapa sekarang pemerintah sudah mulai mengambil peran yang selama ini hilang. Alih2 hanya menjadi pemain pasif, pemerintah sekarang jauh lebih gahar. Bisnis asuransi diambil alih. Transportasi juga, sampai ke umrah semua diakuisisi.

Ada lagi yang menarik yang tidak banyak terberitakan dalam melawan Kapitalisme ala Jokowi ini.

Cara melawan kapitalis adalah dengan konsep sosialis, dimana disini melawan modal besar dengan kepemilikan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Dan Jokowi sudah memulainya meski semua bergerak dengan senyap, silent operation.

Komandan pasukan ninjanya adalah Fery Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan tata ruang yang juga menjabat Kepala Badan Pertanahan Nasional atau BPN. Senjata yang diterapkan adalah redistribusi aset/ tanah. Penampilannya yang kalem menyembunyikan garangnya dia dalam berperang.

Melawan modal swasta yang kuat, Menteri Agraria mengajak para PKL untuk membangun sistem ekonomi bersama. Pemerintah membagikan "sertifikat tanah gratis" kepada PKL dalam sistem Hak Guna Usaha atau HGU. Ada sekitar 1 juta lebih sertifikat tanah yang akan dibagikan kepada daerah2 khusus utk PKL.

Bukan itu saja, Menteri Agraria juga menggandeng bank2 pemerintah untuk memodali para PKL. Caranya, sertifikat HGU itu bisa dijaminkan PKL kepada bank yg ditunjuk dan bank mengeluarkan modal. How cool is that..

Dengan kemudahan fasilitas dan dukungan pemerintah, maka diharapkan kedepannya ekonomi rakyat akan tumbuh besar dan menopang ekonomi negara secara keseluruhan. Ini mirip seperti pembangunan infrastruktur hanya pada sisi ekonomi.

Prinsipnya, daripada memberikan tanah sekian hektar kepada 1 kepala ( swasta ), lebih bagus diberikan kepada puluhan kepala ( PKL ). Selain masyarakat kecil lebih disiplin dalam mengembalikan modal, mereka juga punya kesempatan untuk lebih sejahtera.

Ketika sistem ekonomi rakyat tumbuh dan kuat, maka swasta yang bermodal besar tidak mudah lagi mengatur2 negara seenak kumisnya.

Jokowi seperti membangun pasukan semut melawan serigala2 yang selama ini menguasai ekonomi. Semut memang kecil, tapi kalau jumlahnya banyak akan membuat perlawanan besar. Apalagi kalau semutnya berapi, pantat srigala bisa bintul2 digigiti dan srigala melolong2 lari.

Mungkin srigala-srigala yang selalu lapar itu sekarang sedang membentur2kan kepalanya di toilet ketika program ini mulai dijalankan tahun ini. "Dia lagi, dia lagi..... Kapan Tuhannn orang kerempeng itu minggat dari siniii... Argggggggghhhh.."

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Pelaku Bom Bandung Terkait Jaringan Purwakarta, Ini Penjelasan Polisi

SO - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan proses identifikasi terhadap tersangka teror bom Bandung, Yayat Cahdiyat, masih berjalan. Jenazah terduga pelaku bom masih ditangani tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Boy menjelaskan, polisi juga terus melakukan identifikasi terduga pelaku bom melalui penelusuran di lapangan. Menurut Boy, Yayat adalah residivis atau mantan narapidana yang bebas pada 2014.  Yayat, 41 tahun, melakukan aksi teror bom pada Senin pagi, 27 Februari 2017. Dia meledakkan bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung. Dia kemudian tewas setelah melakukan aksinya itu. Sehari-hari Yayat dikenal dengan nama Abu Salam. Dari alamat yang tertera di kartu tanda penduduk, dia disebut tinggal di daerah Pasir Bambu, Jawa Barat. Dia juga diduga tinggal selama 6 bulan di kontrakan Desa Sirnagalih, Cianjur. Dia memiliki istri dan 3 anak. Yayat menjadi residivis kare...

Setelah Debat Cagub, Swing Voters Diyakini ke Ahok-Djarot, Ini Kata Ruhut Sitompul

SO   - DPP PDI Perjuangan menyatakan puas dengan penampila jagonya, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat‎, dalam debat calon gubernur Jakarta yang dilaksanakan KPUD, tadi malam. Penampilan yang keren alias cool, dipadu kerja sama apik Ahok-Djarot dinilai sebagai yang terbaik. ‎"Persepsi positif sosmed yang menempatkan Ahok Djarot jauh lebih unggul adalah hasil dari konsistensi Ahok yang tidak pernah terpancing oleh serangan tajam pasangan lain," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Sabtu (14/1). Hasto mengatakan, pihaknya merasa sangat puas dengan penampilan Ahok yang jauh lebih cool dan konsisten di dalam menyampaikan program berdasarkan pengalaman yang nyata. "Karena itulah saya sepakat dengan closing statement pasangan nomor 2 tersebut bahwa untuk menjadi Gubernur dan Wagub DKI diperlukan konsistensi, program nyata, dan keberanian bersikap daripada sekadar retorika. Menjadi pemimpin tidak bisa bermodalkan hafalan,"‎ u...