Skip to main content

Soal Persekusi dr Fiera Lovita, Surat Terbuka Nurul Indra Skak Mat Gubernur Sumbar yang Juga Politisi Senior PKS

Soal Persekusi dr Fiera Lovita, Surat Terbuka Nurul Indra Skak Mat Gubernur Sumbar yang Juga Politisi Senior PKS
SO - Persekusi yang dilakukan segerombolan manusia sok suci yang mengaku pembela agama dan ulama di Solok, Sumatera Barat sontak menghebohkan publik Indonesia. Betapa tidak, persekusi yang dilakukan terhadap dokter Fiera Lovita tersebut tak hanya menjadi perhatian nasional, bahkan sudah menjadi sorotan dunia internasional.

Ironisnya, Gubernur Provinsi Sumatera Barat H Irwan Prayitno membantah telah terjadi persekusi terhadap dokter Fiera Lovita dan menyatakan kabar soal itu hoax belaka. Namun, pernyataan politisi senior PKS tersebut nyatanya bertolak belakang dengan kondisi setelahnya.

Kapolres Solok dicopot oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pasalnya, Kapolris dinilai lemah dan lamban dalam menanggani kasus persekusi dokter Fiera Lovita tersebut.

Netizen pun mencemooh sikap Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno. Bahkan Nurul Indra, pelaku aksi tunggal "Lilin untuk Ahok" di Padang, menulis surat terbuka kepada Irwan Prayitno. Surat terbuka Nurul Indra itu pun dibagikan oleh netizen lainnya.

Berikut surat terbuka Nurul Indra untuk Irwan Prayitno, politisi senior PKS yang saat ini menjabat Gubernur Sumbar untuk periode kedua.

"Surat Terbuka untuk Gubernur Sumbar

Lampiran: Barang Bukti

Kepada yang ter titik-titik Irwan Prayitno, di manapun berada.....Aku panggil apa yah. Pak, Om, atau Stadz? Irwan gitu aja deh ya? Biar egaliter, ngga ada dominasi usia atau apalah...

Hai Irwan, apa kabar? Sudah balik dari Belanda? Maaf, kalau aku basa-basi...

Irwan, masih ingat aku? Debora Sitanggang, perempuan bersenjata lilin yang bikin kepanasan.

Jadi gini, sudah tau kan Kapolres Solok dicopot oleh Kapolri yang kami banggakan? Gimana perasaanmu, Irwan? Baik-Baik saja kan? Aku harap begitulah...

Soalnya kan Kapolres Solok ini dicopot terkait tindakan persekusi yang dilakukan FPI ke dokter Fiera Lovita. Sedangkan kamu pernah menyangkalnya. Menghasut followers twittermu, kalau ngga ada intimidasi terhadap dokter Fiera Lovita. Kamu bilang, yang menyebut dokter Fiera diintimidasi itu memfitnah. Lalu kamu mengarahkan tuduhan kepada si pembakar lilin salah satunya. Aku kah yang kamu maksud, Irwan?

Irwan, kamu sebut yang mengatakan ada intimidasi terhadap dokter Fiera itu memfitnah. Ini tuduhan serius loh. Karena artinya kamu bukan hanya menuduh aku saja. Tetapi juga menuduh dokter Fiera dan Polri. Kasian kan kami...

Masalahnya, gara-gara pernyataanmu itu, nyaris terjadi persekusi oleh gerombolan ngga jelas terhadap diriku. Duh irwan, ini masalah serius loh...Kamu nyaris membuatku dipersekusi dua kali...

Kamu tentu tau Setiawan Budi kan? Dia fans mu setauku. Melalui akun facebooknya, dia menulis informasi tentang aku dibumbui dengan klaim berdasarkan asumsi. Sayangnya asumsinya banyak yang salah. Klaim-klaimnya itu menyulut emosi netizens, di antaranya sih ngakunya wargamu...

Yang pasti, salah satunya adalah Burhanizein Fitra. Harusnya kamu tau siapa dia. Kader PKS yang tinggal di Pauh itu lho...Dia share tulisan Setiawan Budi. Malamnya dia telfon aku, menyebutkan data-dataku dan data keluargaku. Lalu mengaku tersinggung sebagai wargamu, dan memohon aku membuat permintaan maaf secara terbuka.

Kayaknya sih Burhan ini frustasi karena ngga berhasil menemukan keberadaanku. Lalu bikin postingan, secara ngga langsung ngajak rame-rame memburu aku...Persekusi kan namanya ini Irwan...

Karena ngga ada yang berhasil nemu alamatku, mereka melampiaskan nafsu amarahnya dengan ngamuk-ngamuk di setiap pistinganku. Lucu yah...

Nah, tujuan surat terbukaku ini pada intinya adalah bermaksud memintamu klarifikasi. Bener ngga sih, terjadi intimidasi terhadap dokter Fiera Lovita? Jangan ngeles bilang "ngga ada intimidasi setelah doktee Fiera minta maaf" loh ya. Ada tidak intimidasi dari FPI terhadap dokter Fiera sebelum dia minta maaf?

Kalau ternyata ada, berarti twitmu itu bohong yah Irwan? Jelasin sejelas-jelasnya yah...

Satu lagi Irwan, bisa tidak kamu menindak tegas Burhanizein Fitra yang mempersekusi aku?

Kalau klarifikasi twitmu dan menindak tegas Burhanizein Fitra tidak bisa kamu lakukan, yaudah mau gimana lagi...Aku serahin ke Kapolri dan Mendagri aja boleh yah?

Maaf aku pake bahasa "aku kamu". Aku emang sok kekiri-kirian. Gaya aja sih.

With Love

Nurul Indra
Perempuan Bersenjata Lilin dan Cinta"


Bagi pembaca yang ingin melihat langsung postingan Nurul Indra, silahkan klik langsung di sini.

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Pelaku Bom Bandung Terkait Jaringan Purwakarta, Ini Penjelasan Polisi

SO - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan proses identifikasi terhadap tersangka teror bom Bandung, Yayat Cahdiyat, masih berjalan. Jenazah terduga pelaku bom masih ditangani tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Boy menjelaskan, polisi juga terus melakukan identifikasi terduga pelaku bom melalui penelusuran di lapangan. Menurut Boy, Yayat adalah residivis atau mantan narapidana yang bebas pada 2014.  Yayat, 41 tahun, melakukan aksi teror bom pada Senin pagi, 27 Februari 2017. Dia meledakkan bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung. Dia kemudian tewas setelah melakukan aksinya itu. Sehari-hari Yayat dikenal dengan nama Abu Salam. Dari alamat yang tertera di kartu tanda penduduk, dia disebut tinggal di daerah Pasir Bambu, Jawa Barat. Dia juga diduga tinggal selama 6 bulan di kontrakan Desa Sirnagalih, Cianjur. Dia memiliki istri dan 3 anak. Yayat menjadi residivis kare...

Setelah Debat Cagub, Swing Voters Diyakini ke Ahok-Djarot, Ini Kata Ruhut Sitompul

SO   - DPP PDI Perjuangan menyatakan puas dengan penampila jagonya, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat‎, dalam debat calon gubernur Jakarta yang dilaksanakan KPUD, tadi malam. Penampilan yang keren alias cool, dipadu kerja sama apik Ahok-Djarot dinilai sebagai yang terbaik. ‎"Persepsi positif sosmed yang menempatkan Ahok Djarot jauh lebih unggul adalah hasil dari konsistensi Ahok yang tidak pernah terpancing oleh serangan tajam pasangan lain," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Sabtu (14/1). Hasto mengatakan, pihaknya merasa sangat puas dengan penampilan Ahok yang jauh lebih cool dan konsisten di dalam menyampaikan program berdasarkan pengalaman yang nyata. "Karena itulah saya sepakat dengan closing statement pasangan nomor 2 tersebut bahwa untuk menjadi Gubernur dan Wagub DKI diperlukan konsistensi, program nyata, dan keberanian bersikap daripada sekadar retorika. Menjadi pemimpin tidak bisa bermodalkan hafalan,"‎ u...