Skip to main content

Debat Tema Ekonomi, Jokowi Dinilai Lebih Unggul Dibanding Prabowo

Debat Tema Ekonomi, Jokowi Dinilai Lebih Unggul Dibanding Prabowo
SO,_Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto memandang debat dengan tema ekonomi yang menjadi serangan kubu paslon 02 menguntungkan 01. Hal itu dikatakan Hasto menanggapi persiapan debat kelima atau debat pamungkas yang dilakukan Jokowi-Ma'ruf.

Hasto menegaskan, persiapan Jokowi-Ma'ruf dalam debat nanti jauh lebih baik. "Apalagi beliau (Jokowi) betul-betul memahami dari setiap sudut kebijakan ekonomi yang disampaikan dan ini yang tidak dimiliki oleh Pak Prabowo," ujar Hasto, Jumat, 12 April 2019.

Dalam konteks perdebatan mengenai ekonomi, Hasto meyakini Jokowi akan lebih unggul dari sisi pengalaman dibanding Prabowo. "Justru karena itu diserang, maka Pak Jokowi menghasilkan sebuah program-program kunci untuk mematahkan serangan-serangan dari Pak Prabowo dan Sandi," katanya.

Sekjen DPP PDIP itu tak menampik bahwa debat pamungkas nanti sangat berpengeruh secara signifikan bagi calon pemilih. Namun menurut Hasto, melalui berbagai tawaran program yang diusulkan paslon 01 telah memberikan dukungan luas dari masyarakat. 

"Tapi kita berbicara instrumen perpajakan tanpa pandang bulu yang diterapkan Pak Jokowi ini mungkin disikapi berbeda," ucap Hasto.

Untuk itu, kata Hasto, Jokowi juga akan menyampaikan sebuah kebijakan yang terkait dengan pajak itu yang membangun kedaulatan bangsa dibidang keuangan namun juga menjaga sebuah daya tumbuh bagi perekonomian Indonesia. "Didasarkan pada kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Dan selama ini tax rasio yang dikeluhkan pak prabowo ternyata kan datanya salah," pungkasnya.

(Source: sindonews.com)

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Jika Menolak Minta Maaf Kepada Panitia KKR, PAS Dilarang Lakukan Kegiatan di Bandung

SO - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, menegaskan, tidak boleh ada kelompok masyarakat sipil (organisasi masyarakat) yang membatasi, merintangi, demonstrasi, atau melakukan kegaduhan terhadap kegiatan ibadah keagamaan yang sudah legal, karena melanggar KUHP pasal 175 dan 176, dengan hukuman kurungan badan maksimal 1 tahun 4 bulan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Bandung, Jawa Barat, itu salah satu hasil rapat dan kesepakatan antara semua pemangku kepentingan terkait praktik beribadah agama, pemerintahan setempat, polisi, dan lain-lain.  Secara rinci, itu adalah pemerintah Kota Bandung dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), Kementerian Agama Kantor Wilayah Kota Bandung, Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, tertanggal 8 Desember 2016.  Juga hasil rapat antara pemerintah Kota Bandung dan Komnas HAM pada 9 Desember 2016, terkait permasalahan ...

Ketika Hakim Nan Alim Itu Ditangkap KPK di Hotel Esek-esek

MEMALUKAN dan munafik, itulah kata yang pas bagi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang satu ini. Betapa tidak, sebagai sosok pengawal konstitusi, mestinya dia terdepan dalam bertindak, bertingkah laku, dan berbicara memerangi para pelaku perusak konstitusi di negeri ini.  Salah satu perilaku yang merusak konstitusi itu adalah korupsi. Dia mestinya bekerja keras menjaga konstitusi agar tidak "digerogoti" oleh para koruptor. Sebagaimana fatwanya, koruptor harus dimiskinkan se miskin-miskinnya.  "Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyaat: 23). Namun apa hendak dikata, ternyata dirinya sendiri ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari orang-orang yang ingin mengubah bunyi pasal dalam undang-undang (uji materi UU nomor 41 tahun 2014) agar sesuai dengan keinginan mereka.  Maka, sesuai fatwanya itu, dia harus dimiskinkan se miskin-miskinnya....