Skip to main content

Setelah Debat Cagub, Swing Voters Diyakini ke Ahok-Djarot, Ini Kata Ruhut Sitompul

Setelah Debat Cagub, Swing Voters Diyakini ke Ahok-Djarot, Ini Kata Ruhut Sitompul
SO - DPP PDI Perjuangan menyatakan puas dengan penampila jagonya, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat‎, dalam debat calon gubernur Jakarta yang dilaksanakan KPUD, tadi malam. Penampilan yang keren alias cool, dipadu kerja sama apik Ahok-Djarot dinilai sebagai yang terbaik.

‎"Persepsi positif sosmed yang menempatkan Ahok Djarot jauh lebih unggul adalah hasil dari konsistensi Ahok yang tidak pernah terpancing oleh serangan tajam pasangan lain," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Sabtu (14/1).

Hasto mengatakan, pihaknya merasa sangat puas dengan penampilan Ahok yang jauh lebih cool dan konsisten di dalam menyampaikan program berdasarkan pengalaman yang nyata.

"Karena itulah saya sepakat dengan closing statement pasangan nomor 2 tersebut bahwa untuk menjadi Gubernur dan Wagub DKI diperlukan konsistensi, program nyata, dan keberanian bersikap daripada sekadar retorika. Menjadi pemimpin tidak bisa bermodalkan hafalan,"‎ ulas Hasto.

Ahok-Djarot juga menampilkan sebuah kemampuan kerja sama keduanya yang sangat baik.

Lebih teristimewa saat Ahok mampu menjawab dengan tegas semua serangan tajam kedua pasangan lain terhadap kebijakan relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai. Hal ini menunjukkan bahwa Ahok-Djarot lebih berbicara tantangan nyata.

Ketegasan Ahok-Djarot untuk melakukan perbaikan bantaran sungai tampak sebagai bagian solusi mencegah banjir dan perbaikan kualitas lingkungan. Dukungan kebijakan bagi warga yang terpaksa harus dipindahkan ke rumah susun yang terintegrasi dengan pemberian subsidi harga kebutuhan pokok warga Jakarta, transportasi gratis, dan pelayanan kesehatan, serta pendikan yang diberikan gratis bagi penghuni rusun.

"Ini justru menampakkan aspek-aspek manusiawi program Ahok Djarot. Pasangan lain sedang merencanakan, dan Ahok-Djarot sudah menjalankan," kata Hasto.

Karena itulah, ‎Hasto mengatakan, pihaknya meyakini bahwa swing voters akan bergeser ke Petahana.

"Bagaimana pun masyarakat DKI Jakarta tidak mau berspekulasi. Rakyat memerlukan pemimpin yang sudah pengalaman menyelesaikan banjir, pemimpin yang mampu menyediakan transportasi publik yang baik, dan pemimpin yang berani mengambil keputusan betapa pun itu sulit dan berisiko," bebernya.

Anies: Jawaban Bu Sylvi Tidak Nyambung 

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, meledek calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Sylviana Murni. Anies menilai pernyataan yang dilontarkan Sylvi tidak menjawab pertanyaannya. "Jawaban Bu Sylvi menarik, tapi enggak nyambung," kata Anies dalam debat kandidat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat, 13 Januari 2017. 

Anies mulanya melempar pertanyaan bagaimana pasangan nomor urut satu itu memaksimalkan tim pengawasan orang asing untuk memastikan warga Jakarta tidak kalah dari pendatang. Sebab, Anies menilai, pemerintah mesti memastikan kesempatan kerja diprioritaskan kepada warga Jakarta. 

Jawaban Sylvi tidak mengungkapkan cara memaksimalkan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono itu menceritakan pengalamannya ke Muara kamal dan menemukan sejumlah orang yang kebingungan karena tidak punya pekerjaan. Dia menuturkan, apabila diberi amanah untuk memimpin, dirinya akan menyiapkan bantuan modal bergulir Rp 50 juta per unit usaha.

Karena jawaban itulah Anies menilai Sylvi tidak menjawab pertanyaaannya. Anies pun kembali berargumentasi. Ia mengatakan mestinya Sylvi lebih paham mengenai pengawasan orang asing karena lama di birokrasi. Jika terpilih, dia akan melakukan pengawasan yang melekat di setiap wilayah sehingga orang luar yang bekerja punya dokumen lengkap. 

Sylvi pun berdalih bahwa jawabannya masih belum selesai karena memiliki dua segmen untuk menjawab. Mengenai pengawasan orang asing, Sylvi membanggakan dirinya sebagai mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pada 2001-2004. Ia mengaku tahu betul dokumen-dokumen kependudukan penting diawasi. Menurut dia, dalam programnya, semua data penduduk Jakarta akan menjadi satu dalam Kartu Satu Jakarta. 

Ahok-Djarot Sudah Naik Tangga Ke-9

Ruhut Sitompul, Juru Bicara Ahok-Djarot, menyebut jagoannya unggul dalam debat perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017) malam.

Ruhut mengatakan, pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, lebih banyak memaparkan hasil kerja ketimbang janji.

"Ibarat ada 12 anak tangga, Ahok-Djarot sudah naik tangga ke-9 dan pasangan (calon gubernur-wakil gubernur) lain baru mau mulai naik tangga," kata Ruhut, di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2017).

Ruhut mencontohkan salah satu program yang dianggapnya berhasil yaitu penertiban Kalijodo.

Kawasan lokalisasi itu telah diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Menurut Ruhut, Kalijodo kini dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata warga Jakarta. "Kalau dinilai, Ahok-Djarot dapat 70, yang lain dapat 30 bagi-bagi. Karena Ahok bicara fakta, Ahok tidak mengajak mengkhayal," kata Ruhut. (beritasatu/tempo/kompas)

Comments

Post a Comment

Silahkan Komentari Artikel ini

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Pelaku Bom Bandung Terkait Jaringan Purwakarta, Ini Penjelasan Polisi

SO - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan proses identifikasi terhadap tersangka teror bom Bandung, Yayat Cahdiyat, masih berjalan. Jenazah terduga pelaku bom masih ditangani tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Boy menjelaskan, polisi juga terus melakukan identifikasi terduga pelaku bom melalui penelusuran di lapangan. Menurut Boy, Yayat adalah residivis atau mantan narapidana yang bebas pada 2014.  Yayat, 41 tahun, melakukan aksi teror bom pada Senin pagi, 27 Februari 2017. Dia meledakkan bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung. Dia kemudian tewas setelah melakukan aksinya itu. Sehari-hari Yayat dikenal dengan nama Abu Salam. Dari alamat yang tertera di kartu tanda penduduk, dia disebut tinggal di daerah Pasir Bambu, Jawa Barat. Dia juga diduga tinggal selama 6 bulan di kontrakan Desa Sirnagalih, Cianjur. Dia memiliki istri dan 3 anak. Yayat menjadi residivis kare...

Jika Menolak Minta Maaf Kepada Panitia KKR, PAS Dilarang Lakukan Kegiatan di Bandung

SO - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, menegaskan, tidak boleh ada kelompok masyarakat sipil (organisasi masyarakat) yang membatasi, merintangi, demonstrasi, atau melakukan kegaduhan terhadap kegiatan ibadah keagamaan yang sudah legal, karena melanggar KUHP pasal 175 dan 176, dengan hukuman kurungan badan maksimal 1 tahun 4 bulan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Bandung, Jawa Barat, itu salah satu hasil rapat dan kesepakatan antara semua pemangku kepentingan terkait praktik beribadah agama, pemerintahan setempat, polisi, dan lain-lain.  Secara rinci, itu adalah pemerintah Kota Bandung dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), Kementerian Agama Kantor Wilayah Kota Bandung, Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, tertanggal 8 Desember 2016.  Juga hasil rapat antara pemerintah Kota Bandung dan Komnas HAM pada 9 Desember 2016, terkait permasalahan ...