Skip to main content

10 Tanda Anda Belum Siap Menikah

10 Tanda Anda Belum Siap Menikah
SO - Pertanyaan ini selalu dihindari wanita atau pria lajang setiap menghadiri pernikahan: kapan menyusul? Di masyarakat Timur, pernikahan seakan ditentukan oleh usia, terutama bagi wanita.


Orang lain tak pernah tahu bagaimana kesiapan Anda untuk menikah. Bisa jadi usia sudah cukup matang, namun mental dan finansial belum siap menuju ke pelaminan. Atau, belum bertemu pasangan.


Sebenarnya, tak perlu minder dengan pertanyaan soal waktu menikah. Juga tak perlu merasa diburu waktu. Jangan sampai pertanyaan menyebalkan yang sepele justru membuat Anda salah langkah.

Mengutip Boldsky, berikut tanda Anda sebenarnya belum siap menikah meski sudah memiliki pasangan.

Terlalu memikirkan acara

Banyak pasangan yang terlalu sibuk merencanakan pernikahan, namun tidak memikirkan konsep pernikahan itu sendiri. Jika termasuk itu, tandanya Anda masih terjebak dalam euforia perayaan saja.

Tidak ada kepercayaan

Anda mungkin sudah bertahun-tahun menjalin hubungan. Namun tanpa membangun kepercayaan, itu tak ada artinya. Bayangkan, bagaimana bisa hidup bersama dengan orang yang tak bisa saling percaya.

Takut berkomitmen

Ketakutan berkomitmen adalah tanda pertama Anda belum siap menikah. Tak mungkin pernikahan bisa terjadi tanpa dilandasi komitmen. Jika pasangan yang tak bisa berkomitmen, jangan dipaksa.

Tak mau berkompromi

Jika Anda masih terlalu perfeksionis, belum mau berkompromi dengan seseorang atau rela melakoni titik tengah, tandanya belum siap menikah. Pernikahan penuh kompromi, termasuk soal prinsip hidup.

Punya impian terlalu tinggi

Pernikahan menuntut keluarga menjadi prioritas dalam hidup. Jika Anda masih punya impian tinggi yang menjadi prioritas utama ketimbang suami, istri, atau anak, artinya belum siap menikah.

Terlalu sibuk bekerja

Baik untuk pria maupun wanita, keluarga seharusnya seimbang dengan karier. Apabila Anda masih terlalu mementingkan pekerjaan, sibuk di kantor dari pagi hingga malam, jangan dulu menikah.

Menikmati kesendirian

Sendiri bisa menjadi candu yang nikmat jika sudah terlalu lama dilakoni. Anda lebih suka makan sendiri, menonton film sendiri, dan sebagainya. Berarti Anda belum siap berbagi hidup dengan orang lain.

Egois

Saat masih lajang, tiap orang punya zonanya masing-masing. Apabila itu masih dipertahankan meski sudah memiliki pasangan, artinya Anda belum siap bersama orang lain. Apalagi harus menikah.

Tak bisa bertanggung jawab

Jangan berpikir pernikahan hanya sekadar berbagi cinta dengan orang lain. Pernikahan memikul tanggung jawab yang besar, baik sebagai suami maupun istri. Pastikan Anda bisa bertanggung jawab.

Tak suka anak

Sejatinya, anak merupakan anugerah terindah dalam pernikahan. Apabila Anda tak suka anak-anak dan selalu menganggap mereka merepotkan, tandanya itu belum siap untuk sebuah pernikahan. (Sumber:vivalife)

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Jika Menolak Minta Maaf Kepada Panitia KKR, PAS Dilarang Lakukan Kegiatan di Bandung

SO - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, menegaskan, tidak boleh ada kelompok masyarakat sipil (organisasi masyarakat) yang membatasi, merintangi, demonstrasi, atau melakukan kegaduhan terhadap kegiatan ibadah keagamaan yang sudah legal, karena melanggar KUHP pasal 175 dan 176, dengan hukuman kurungan badan maksimal 1 tahun 4 bulan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Bandung, Jawa Barat, itu salah satu hasil rapat dan kesepakatan antara semua pemangku kepentingan terkait praktik beribadah agama, pemerintahan setempat, polisi, dan lain-lain.  Secara rinci, itu adalah pemerintah Kota Bandung dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), Kementerian Agama Kantor Wilayah Kota Bandung, Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, tertanggal 8 Desember 2016.  Juga hasil rapat antara pemerintah Kota Bandung dan Komnas HAM pada 9 Desember 2016, terkait permasalahan ...

Ketika Hakim Nan Alim Itu Ditangkap KPK di Hotel Esek-esek

MEMALUKAN dan munafik, itulah kata yang pas bagi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang satu ini. Betapa tidak, sebagai sosok pengawal konstitusi, mestinya dia terdepan dalam bertindak, bertingkah laku, dan berbicara memerangi para pelaku perusak konstitusi di negeri ini.  Salah satu perilaku yang merusak konstitusi itu adalah korupsi. Dia mestinya bekerja keras menjaga konstitusi agar tidak "digerogoti" oleh para koruptor. Sebagaimana fatwanya, koruptor harus dimiskinkan se miskin-miskinnya.  "Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyaat: 23). Namun apa hendak dikata, ternyata dirinya sendiri ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari orang-orang yang ingin mengubah bunyi pasal dalam undang-undang (uji materi UU nomor 41 tahun 2014) agar sesuai dengan keinginan mereka.  Maka, sesuai fatwanya itu, dia harus dimiskinkan se miskin-miskinnya....