Skip to main content

Dari Hotel Mewah Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath "Digelandang" Polisi ke Mako Brimob

Dari Hotel Mewah Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath "Digelandang" Polisi ke Mako Brimob
Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath.  
SO - Polda Metro Jaya menangkap Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath atas tuduhan permufakatan makar jumat dini hari di sebuah hotel mewah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

"Yang bersangkutan ditangkap di Hotel Kempinski. Diduga mereka mau menggerakan di luar aksi 313," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, hari ini. 

Polisi hingga kini masih mengejar seorang rekan Al-Khaththath bernama Andry. Selain Al-Khathath, ada 3 orang lainnya yang ikut ditangkap di berbagai tempat. "Terpisah, ada yang jam 1, jam 2 ada yang jam 3," papar Argo. 

Saat ini, Al-Khaththath belum menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kepala Dua, Depok. "Masih nunggu pengacara," ungkap Argo.

Selain Al-Khaththath, polisi juga mengamankan beberapa orang lainnya. Namun, polisi belum mau menyebutkan alasan penangkapan tersebut. "Ada lima orang yang diamankan," ujar Argo.

Menurutnya, kelima orang tersebut, ditangkap bersamaan dengan Sekjek FUI. Namun Argo masih belum mau membeberkan alasan ditangkapnya kelima orang tersebut.

"Itu saja dahulu, saya juga masih tunggu informasi lanjutan," tuturnya.

 Berdasarkan informasi di lapangan, selain Al-Khaththath, empat orang lainnya yang ditangkap adalah aktivis Zainuddin Arsyad, Wakorlap aksi 313 Irwansyah, Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha dan Andry. (rnc/bc)

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Jika Menolak Minta Maaf Kepada Panitia KKR, PAS Dilarang Lakukan Kegiatan di Bandung

SO - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, menegaskan, tidak boleh ada kelompok masyarakat sipil (organisasi masyarakat) yang membatasi, merintangi, demonstrasi, atau melakukan kegaduhan terhadap kegiatan ibadah keagamaan yang sudah legal, karena melanggar KUHP pasal 175 dan 176, dengan hukuman kurungan badan maksimal 1 tahun 4 bulan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Bandung, Jawa Barat, itu salah satu hasil rapat dan kesepakatan antara semua pemangku kepentingan terkait praktik beribadah agama, pemerintahan setempat, polisi, dan lain-lain.  Secara rinci, itu adalah pemerintah Kota Bandung dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), Kementerian Agama Kantor Wilayah Kota Bandung, Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, tertanggal 8 Desember 2016.  Juga hasil rapat antara pemerintah Kota Bandung dan Komnas HAM pada 9 Desember 2016, terkait permasalahan ...

Ketika Hakim Nan Alim Itu Ditangkap KPK di Hotel Esek-esek

MEMALUKAN dan munafik, itulah kata yang pas bagi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang satu ini. Betapa tidak, sebagai sosok pengawal konstitusi, mestinya dia terdepan dalam bertindak, bertingkah laku, dan berbicara memerangi para pelaku perusak konstitusi di negeri ini.  Salah satu perilaku yang merusak konstitusi itu adalah korupsi. Dia mestinya bekerja keras menjaga konstitusi agar tidak "digerogoti" oleh para koruptor. Sebagaimana fatwanya, koruptor harus dimiskinkan se miskin-miskinnya.  "Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyaat: 23). Namun apa hendak dikata, ternyata dirinya sendiri ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari orang-orang yang ingin mengubah bunyi pasal dalam undang-undang (uji materi UU nomor 41 tahun 2014) agar sesuai dengan keinginan mereka.  Maka, sesuai fatwanya itu, dia harus dimiskinkan se miskin-miskinnya....