Skip to main content

Ini Prestasi Ahok-Djarot, Setelah Kalijodo, Nanti Turis Bisa Nikmati RTH Lapangan Banteng


Ini Prestasi Ahok-Djarot, Setelah Kalijodo, Nanti Turis Bisa Nikmati RTH Lapangan Banteng
SO - Tak ada lagi puing bekas reruntuhan bangunan bekas pelacuran di Kalijodo, Jakarta Utara. Sejak digusur pada akhir Februari lalu, pemerintah telah membersihkan dan membereskan kawasan seluas 4 hektare itu. Bekas lokasi prostitusi itu telah disulap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot menjadi tempat yang indah, nyaman, dan asri. 

RTH Kalijodo kini jadi tempat rekreasi yang asyik di akhir pekan. Setelah Kalijodo bakalan ada Lapangan Banteng yang enggak kalah keren! 

Taman Kalijodo terletak di Jl. Pangeran Tubagus Angke No19, Tambora, Penjaringan, Jakarta Barat.

"Pesan gubernur ke saya, orang Jakarta harus sehat, gubernur mau tempatnya terang benderang," kata arsitek RTH Kalijodo, Yori Anthar.

Saat ini RTH Kalijodo memang menjadi proyek pilot untuk RTH lainnya. Salah satu proyek RTH yang akan dibuat selanjutnya adalah Lapangan Banteng.

"Proyek Lapangan Banteng akan dimulai bulan depan," ucap Yori Anthar. 

Lapangan Banteng nantinya akan menjadi RTH kedua dengan konsep seperti Kalijodo. Nantinya Jakarta diharapkan akan memiliki wajah baru dengan adanya RTH.

"Konsepnya sama seperti Kalijodo Tapi lebih keren dan spektakuler," imbuh dia.

Kalijodo sendiri telah menyelesaikan tahap awal pembangunan. Masyarakat bisa bermain sepeda dan skateboard di Taman Kalijodo. 

"Nanti di tahun kedua akan dibangun masjid dan kendurian di seberang RTH. Juga jembatan yang jadi tempat penyebarangan dari RTH ke masjid," ungkap Yori. 

Di tahap ketiga, bantaran sungai RTH akan dibuatkan jembatan dan wisata kuliner di seberang sungai. Sehingga Kalijodo bukan hanya jadi tempat olahraga tapi juga wisata kuliner. (Sumber: detik.com)

Comments

Popular posts from this blog

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP: OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

SO, JAKARTA,-Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.  Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.  Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan.  Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.  Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non...

Jika Menolak Minta Maaf Kepada Panitia KKR, PAS Dilarang Lakukan Kegiatan di Bandung

SO - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, menegaskan, tidak boleh ada kelompok masyarakat sipil (organisasi masyarakat) yang membatasi, merintangi, demonstrasi, atau melakukan kegaduhan terhadap kegiatan ibadah keagamaan yang sudah legal, karena melanggar KUHP pasal 175 dan 176, dengan hukuman kurungan badan maksimal 1 tahun 4 bulan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Bandung, Jawa Barat, itu salah satu hasil rapat dan kesepakatan antara semua pemangku kepentingan terkait praktik beribadah agama, pemerintahan setempat, polisi, dan lain-lain.  Secara rinci, itu adalah pemerintah Kota Bandung dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI), Kementerian Agama Kantor Wilayah Kota Bandung, Bimas Kristen Kementerian Agama Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, tertanggal 8 Desember 2016.  Juga hasil rapat antara pemerintah Kota Bandung dan Komnas HAM pada 9 Desember 2016, terkait permasalahan ...

Ketika Hakim Nan Alim Itu Ditangkap KPK di Hotel Esek-esek

MEMALUKAN dan munafik, itulah kata yang pas bagi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang satu ini. Betapa tidak, sebagai sosok pengawal konstitusi, mestinya dia terdepan dalam bertindak, bertingkah laku, dan berbicara memerangi para pelaku perusak konstitusi di negeri ini.  Salah satu perilaku yang merusak konstitusi itu adalah korupsi. Dia mestinya bekerja keras menjaga konstitusi agar tidak "digerogoti" oleh para koruptor. Sebagaimana fatwanya, koruptor harus dimiskinkan se miskin-miskinnya.  "Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyaat: 23). Namun apa hendak dikata, ternyata dirinya sendiri ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari orang-orang yang ingin mengubah bunyi pasal dalam undang-undang (uji materi UU nomor 41 tahun 2014) agar sesuai dengan keinginan mereka.  Maka, sesuai fatwanya itu, dia harus dimiskinkan se miskin-miskinnya....